Kamis, 03 Mei 2012

Daftar Nama,Khasiat,Bagian yg digunakan dan Cara penggunaan


No
Nama Tumbuhan
Khasiat
Bagian
Cara Penggunaan
1
Akar Wangi
bau badan, rematik
seluruhnya
direbus, saring lalu diminum
2
Alamanda
demam, sembelit
daun
diseduh lalu diminum
3
Alang-alang
diuretik, bludreg
akar
direbus, saring lalu diminum
4
Anggrek Tanah
radang telinga
umbi
cuci, tumbuk, peras, teteskan
5
Anggur
radang
daun
direbus, saring lalu diminum
6
Angsana
sariawan
kulit batang
potong kecil, rebus untuk kumur
7
Antanan
pelancar peredaran darah
daun
cuci, dilalap, disayur
8
Apel
encok, hipertensi
buah
dimakan langsung
9
Alpukat
kolesterol, bludreg
daun muda
direbus, saring lalu diminum
10
Asam jawa
sariawan, kuning
buah, daun muda
diremas, diseduh lalu diminum
11
Bakung putih
peluruh keringat, obat luka
akar
direbus, saring lalu diminum
12
Bambu
peluruh air seni, batuk, sesak napas
tunas
direbus, saring lalu diminum
13
Bandotan
antibiotik, wasir
pucuk
direbus, saring lalu diminum
14
Bayam
memperbaiki pencernaan
daun
direbus, saring lalu diminum
15
Bayam merah
kurang darah
pucuk
dikukus lalu dimakan
16
Begonia
obat luka baru
daun
tumbuk, tempel pada luka
17
Belimbing manis
bludreg, kencing manis
daun, buah
direbus, lalu dimakan
18
Belimbing wuluh
kolesterol, batuk
daun, bunga
direbus, digerus dengan madu
19
Beluntas
bau badan
pucuk
dikukus lalu dimakan
20
Benalu
kanker, TBC
daun
direbus, saring lalu diminum
21
Beringin
sariawan pada anak
daun
direbus, airnya dipakai mandi
22
Bidara upas
kencing manis, batuk rejan
umbi
direbus, saring lalu diminum
23
Bougenvil
keputihan, liver
bunga, kayu
direbus, saring lalu diminum
24
Brotowali
liver, kencing manis
batang
direbus, saring lalu diminum
25
Buah naga
penyeimbang gula darah
buah
belah, dimakan daging buahnya
26
Bunga matahari
encok
dasar bunga
ditepung, saring lalu diminum
27
Bunga mawar
keputihan
bunga
ditepung, saring lalu diminum
28
Cabe merah
rematik
buah
ditepung, saring lalu diminum
29
Cabe rawit
rematik
seluruhnya
direbus, saring lalu diminum
30
Cemara
disentri, beri-beri, mencret
kulit batang
direbus, saring lalu diminum
31
Cemara Kipas
anti loyo
pucuk
direbus, saring lalu diminum
32
Cempaka
demam, sariawan
kulit batang, bunga
diremas, dikunyah
33
Cengkeh
sakit gigi, batuk, pelega perut
buah
diseduh, diminum atau dikunyah
34
Cereme
kolesterol
daun
direbus, disaring lalu diminum
35
Cincau
panas dalam, wasir
daun
diremas buat janggelan minum
36
Dadap Ayam
nyeri haid
daun
tumbu, buat parem di perut
37
Dadap Serep
demam, peluruh asi
kayu, daun muda
diseduh, disaring lalu diminum
38
Daun Dewa
Tumor, bisul, asam urat
daun, umbi
dilalap+direbus, saring lalu diminum
39
Daun Kupu-Kupu
demam
daun segar
dirajang, diseduh lalu diminum
40
Daun Landen
rematik
daun
ditumbuk, lalu diborehkan
41
Daun Mangkok
penasak keringat, bisul
daun
direbus, disaring lalu diminum
42
Daun Pecah Beling
batu ginjal, diabetes
daun
direbus, disaring lalu diminum
43
Daun Urat
penurun panas, nafsu makan
daun
direbus, disaring lalu diminum
44
Delima  Merah
Galian singset
buah muda
direbus, disaring lalu diminum
45
Delima Putih
galian perut, keputihan
kulit buah
ditepung, disaring lalu diminum
46
Dewandaru
kencing manis
daun, biji
ditepung, disaring lalu diminum
47
Durian
demam, sakit kulit
akar
direbus, disaring lalu diminum
48
Daruju
batuk, nyeri haid, penghilang kutil
akar
direbus, disaring lalu diminum
49
Dringo
kuat lelaki
rimpang
digiling, disaring lalu diminum
No
Nama
Khasiat
Bagian
Cara Penggunaan
50
Eceng Gondok
alergi, biduren
seluruhnya
digiling, disaring lalu diminum
51
Ekor Kucing
cacar air
daun
ditumbuh lalu diborehkan
52
Gadung
KB, luka
umbi
getah umbi diteteskan ke luka
53
Gambir
batuk, radang tenggorokan
daun
direbus, disaring lalu diminum
54
Gandarusa
pegal linu
daun segar
direbus, disaring lalu diminum
55
Garut
mencret
rimpang
rebus, beri garam, minum
56
Gardenia
obat jantung
daun
tambah kayu manis, gula merah, diminum
57
Gempur Batu
batu ginjal
daun
direbus, disaring lalu diminum
58
Gendola
pilek, bisul, rematik, mencret
daun
direbus, disaring lalu diminum
59
Ginseng Jawa
tonikum
akar
direbus, disaring lalu diminum
60
Godong Sewu
radang telinga
daun
dipanggang, diperas, teteskan
61
Glandiforum
luka bakar
daun
cuci, lumatkan, lalu tempelkan
62
Iler/Jawer Kotok
wasir
daun
direbus, disaring lalu diminum
63
Iles-iles
kosmetika
umbi
diambil patinya
64
Imbo
kencing manis
daun
direbus, disaring lalu diminum
65
Jagung
melancarkan asi
biji
biji sangrai makan
66
Jali
peluruh air seni
biji
ditumbuk, rebus, minum pagi/sore
67
Jahe Gajah
flu, pilek
rimpang
dibuat, minum hangat
68
Jahe Emprit
batuk
rimpang
dibuat, minum hangat
69
Jahe Merah
kuat lelaki
rimpang
diseduh, disaring lalu diminum
70
Jamblang
mencret
buah matang
cuci, makan langsung
71
Jambu Air
sariawan
kulit batang
direbus, disaring lalu diminum
72
Jambu Biji
diare
daun muda
ditumbuk, lalu ditelan
73
Jambu Mete
sariawan, penyakit kulit
akar, daun
direbus, disaring lalu diminum
74
Jarak
pencahar
biji
ditumbuk, seduh, saring diminum
75
Jaruju
mules
daun
direbus, disaring lalu diminum
76
Jati
radang tenggorokan,nyeri perut
daun, akar
direbus, disaring lalu diminum
77
Jati londo
pelangsing
daun
direbus, disaring lalu diminum
78
Jawer Kotok
demam nifas, haid
daun
direbus, disaring lalu diminum
79
Jengger ayam
keputihan, nyeri haid,, kencing nanah
bunga
direbus, disaring lalu diminum
80
Jenu
racun serangga
akar segar
potong, rendam, semprotkan
81
jengkol
kudis, luka, bisul
daun
dibakar, abunya diseduh saring diminum
82
Jeruk Bali
obat luka
kulit, buah
ditumbuk, diborehkan di tempat luka
83
Jeruk Nipis
sariawan, batuk
buah
diperas,disaring lalu diminum
84
Jeruk Purut
bau badan
daun
direbus lalu diminum
85
Jinten
batu ayam, cadok
daun
dilalap
86
Johar
kencing manis, malaria
daun
direbus, disaring lalu diminum
87
Kecipir
bisul, borok
daun
ditumbuk, lalu dibalurkan
88
Kacang Hijau
pelancar air seni, kurang darah
biji
cuci, rebus lalu diminum
89
Kacang Panjang
peluruh air seni
daun
direbus, disaring lalu diminum
90
Kacang Tanah
Sembelit
Biji
direbus, lalu dimakan
91
Kaca Piring
tekanan darah rendah
daun
direbus, disaring lalu diminum
92
Kaki Kuda
infeksi, varises
daun
direbus, disaring lalu diminum
93
Kantil
encok, radang amandel
daun
direbus, disaring lalu diminum
94
Kate Mas
sakit perut, kepala pusing
akar
cuci, direbus disaring lalu diminum
95
Katuk
peluruh ASI
daun segar
cuci, direbus disaring lalu diminum
96
Kawis
baatuk
daun
ditumbuk, diseduh lalu minum
97
Kayu Manis
galian putri
kliko/kulit batang
ditepung, diseduh lalu minum
98
Kayu Merah
disentri
daun
direbus, disaring lalu diminum
99
Kayu Putih
sesak napas, kembung
pucuk
ditumbuk, diseduh lalu minum
100
Kayu Secang
mencret
batang
potong kecil-kecil rebus lalu minum
101
Kayu urip
tumor kulit
getah
ditutulkan ke tumor
102
Kedondong Laut
sariawan, galian putri
daun
dikukus lalu dimakan
103
Keji Beling
kencing batu
daun
direbus, disaring lalu diminum
104
Kelapa
demem, mencret
air buah
diminum
105
Kelerak
jerawat,perawatan ramut
buah
obat luar
106
Kelor
hipertensi
buah segar
cuci,parut,peras,aring lalu minum
107
Kemangi
penenang
daun
ditumbuk, ditempelkan
108
Kembang Merak
step, penguat syaraf
bunga
direbu, diseduh lalu diminum
109
Kembang Pukul 4
bisul
daun segar
cuci, tambah garam, tumbuk tempelkan
110
Kembang Sepatu
kontrasepsi
bunga
direbus, disaring lalu diminum
111
Kemuning
radang, lulur awet muda
daun
direbus, saring lalu lulur
112
Kenikir/Getes
batuk seratus hari
bunga
direbus, disaring lalu diminum
113
Kesumba
penambah nafsu makan
daun
direbus, disaring lalu diminum
114
Ketapang
disentri
kulit batang
direbus, disaring lalu diminum
115
Ketapang kecil
liver, busung
biji
disangrai, tumbuk seduh minum
116
Ketepeng
eksim
daun
diremas, diborehkan
117
Kelor
penguat syaraf
daun, biji
disayur lalu dimakan
118
Krokot
mencret, penurun panas

cuci, kukus makan
119
Kopi
penyegar badan
daun
cuci makan sebagai lalapan
120
kucing-Kucingan
asam urat, rematik
seluruhnya
cabut,cuci,rebus,saring,minum
121
Kumis Kucing
diuretik, infeksi ginjal
daun
direbus, disaring lalu diminum
122
Kunci Pepet
penenang, pelansing
rimpang
diperas, disaring lalu minum
123
Kunyit
infeksi radang
rimpang
diperas, disaring lalu minum
124
Kunyit Putih
batuk, pelangsing
rimpang
ditumbuhk, diseduh, diminum
125
Kuping Gajah
bengkak pada tenggorokan
daun
ditumbuk, diseduh, diminum
126
Lada
masuk angin, flu, demam
buah
ditumbuk, diseduh, diminum
127
Lampes
peluruh ASI, penurun panas, penyegar
daun
ditumbuk, diseduh, diminum
128
Legundi
sesak napas, kembung
daun,buah
direbus lalu diminum
129
Lempuyang
kurang nafsu makan, malaria
rimpang
ditumbuk, peras minum
130
Lengkuas
obat kuat
rimpang
ditumbuk, peras minum
131
Lengkuas Merah
obat kuat, panu
rimpang segar
potong gosokkan
132
Leunca
lemah jantung
buah
dikukus, lalu dimakan
133
Leng-lengan
syaraf,depresi,ayan
seluruhnya
direbus, disaring lalu diminum
134
Lidah Buaya
obat luka, perawatan rambut
lendir daun
dioleskan pada rambut
135
Maja
koreng, eksim
daun
ditumbuk lalu dibalurkan
136
Manis Jangan
gangguan pencernaan
kliko/kulit batang
ditumbuk, seduh diminum
137
Mangkokan
perawatan rambut
daun
ditumbuk peras untuk minyak
138
Mangga
obat cacing
biji
tumbuk rebus saring minum
139
Manggis
mencret,disentri, radang, amandel
buah
dimakan langsung
140
Mahoni
kencing manis
biji
dikupas, ditelan
141
Mahkota Dewa
kanker, hepatitis, panas dingin
kulit buah
cuci, biji buang, rebus, saring, minum
142
Markisa
kencing nanah
daun
direbus, disaring lalu diminum
143
Mawar
jerawat, gabag/penyakit kulit
bunga
tumbuk dibalurkan
144
Melati
liver
kuncup bunga, daun
direbus minum ditempelkan
145
Meniran
liver, batu ginjal
seluruhnya
direbus, disaring lalu diminum
146
Merakan
demam
bunga
direbus, disaring lalu diminum
147
Mimba
demam, penguat badan,antibiotik
daun
direbus, disaring lalu diminum
148
Mindi
pusing, gatal
daun
direbus, disaring lalu dipakai untuk berendam
149
Mindi
peluruh air seni, penurun panas
buah
tumbuk, rebus, saring, minum
150
Murbei
peluruh air seni, demam malaria, hipertensi
daun segar
direbus, disaring lalu minum
151
Nagasari
perawatan rambut
minyak biji
dioleskan pada rambut
152
Nampu
anti loyo
umbi batang
digiling, rebus lalu diminum
153
Nanas Kerang
TBC, batuk rejan
daun, bunga
direbus, saring lalu diminum
154
Nogosari
galian putri
bunga
diseduh, lalu diminum
155
Orang-aring
demam, merawat rambut
seluruhnya
direbus lalu diminum, minyak rambut
156
Orok-orok
obat luka
daun
direbus unttuk membasuh luka
157
Pacar Cino
radang, infeksi, TBC
daun, bunga
direbus, disaring lalu diminum
158
Pacing
kontrasepsi
rimpang
direbus, disaring lalu diminum
159
Pandan
obat mual
daun
direbus, disaring lalu diminum
160
Pare Ayam
cacingan, bludreg, gatal
daun, buah
seduh dengan air+madu lalu borehkan
161
Pare Belut
pencuci luka
akar
direbus, saring cuci luka
162
Patah Tulang
obat luka baru
getah batang
diborehkan pada luka baru
163
Patikan Kebo
batuk, anemia
seluruhnya
dikukus lalu dimakan
164
Pecut Kuda
radang tenggorokan, sariawan
daun
direbus, disaring lalu diminum
165
Pepaya
kurang nafsu makan, masuk angin
daun
direbus, disaring lalu diminum
166
Pinang
obat cacing
biji
serbuk biji, diseduh, diminum
167
Pinus
obat luka
getah
dioleskan ke luka
168
Pule Pandak
hipertensi, kuat lelaki
akar, kulit batang
potong kecil-kecil, kunyah, air ditelan
169
Pulosari
batuk
kayu
dirajang, direbus, saring, diminum
170
Pulutan
wasir
daun
direbus, disaring lalu diminum
171
Puring
kencing nanah
daun
direbus, disaring lalu diminum
172
Prasman
demam, selesma
pucuk
direbus, disaring lalu diminum
173
Rambutan
demam
kulit buah kering
direbus, disaring lalu diminum
174
Randu
batuk, asma, amandel
daun
direbus, disaring lalu diminum
175
Ranti
lemah jantung
pucuk
ditumbuk, seduh lalu diminum
176
Rumput Belalang
perut kembung, masuk angin
seluruhnya
cuci, rebus saring lalu minum
177
Rumput Teki
nyeri haid
umbi
ditumbuk, seduh lalu diminum
178
Rumsari
kencing kurang lancar, encok
daun
direbus, disaring lalu diminum
179
Saga
batuk, sariawan
daun
cuci, tumbuk, seduh,saring lalu minum
180
Salam
mules, diabetes
daun
direbus, saring lalu minum
181
Salak
mencret
daging buah
dimakan langsung
182
Sambang Darah
batu ginjal, penasak darah
daun
direbus, saring lalu minum
183
Sambiloto
kencing manis, kontrasepsi
seluruhnya
direbus, saring lalu minum
184
Sambung Nyowo
bisul, hipertensi
daun
direbus, saring lalu minum
185
Sembukan
perut mulas
daun segar
kukus, dimakan
186
Sembung
demam, peluruh keringat
daun
direbus, saring lalu minum
187
Sengon
obat luka lama
daun
ditumbuk, balutkan pada luka
188
Sereh Wangi
penghangat badan, peluruh
akar
direbus, saring lalu minum
189
Serut
kuras rahim, peluruh ASI
daun
direbus, saring lalu minum
190
Sesawi Tanah
keputihan
daun
direbus, saring lalu minum
191
Sidaguri
beser mani
biji
ditumbuk, rebus lalu diminum
192
Sidowayah
obat luka baru
buah segar
sangrai,tumbuk,tabur pada luka
193
Simbar Menjangan
cacar air
daun
ditumbuk, borehkan
194
Sirih
radang tenggorokan
daun
diperas, saring lalu minum
195
Sisik Nogo
batuk, sembelit, cacar
daun
direbus, saring lalu minum; borehkan
196
Soka
obat luka baru
kulit batang/akar
tumbuk+air matang, saring, oleskan
197
Sosor Bebek
amandel, radang telinga
daun
rebus saring lalu minum
198
Srikaya
bisul, mencret
kulit batang
potong kecil, rebus saring lalu minum
199
Srirejeki
sakit tenggorokan
daun
direbus, saring lalu minum
200
Stevia
kencing manis
daun segar
diseduh, saring lalu minum
201
Sudomolo
wasir
daun
ditumbuk lalu dibobokan
202
Suji
beri-beri, kencing nanah
daun, akar
direbus, saring lalu minum
203
Suplir
batuk, demam
daun
direbus, saring lalu minum
204
Talas
berak darah
umbi
parut, saring minum
205
Talok
batuk, peluruh dahak
daun
direbus, saring lalu minum
206
Tanjung
diare, bludreg
bunga
direbus, saring lalu minum
207
Tapak Dara
kanker darah, rahim
pucuk
direbus, saring lalu minum
208
Tapak Liman
radang, amandel, liver
seluruhnya
direbus, saring lalu minum
209
Tebu
batuk
batang
bakar,kupas,kunyah,airnya telan
210
Tempuh Wiyang
radang paru, penyakit kelamin
seluruhnya
direbus, saring lalu minum
211
Tempuyung
batu ginjal,rematik
daun, umbi
direbus, saring lalu minum
212
Teratai
mencret, demam
daun,tangkai,bunga
direbus, saring lalu minum
213
Tikel Balung
wasir, obat luka
batang
cuci+asam jawa, kunyah
214
Walisongo
sakit gigi
akar,batang
digigit
215
Daun Seribu
nyeri haid, sakit perut
daun
cuci,rebus,saring lalu minum
216
Sawo Manila
mencret
getah buah muda
diseduh dengan air
217
Sambang Colok
peluruh air seni, radang rahim
daun
cuci,rebus,saring lalu minum
218
Kapulaga
batuk, perut kembung
buah
cuci,rebus,saring lalu minum
219
Aren
peluruh air seni dan haid
akar
cuci,potong kecil,direbus,saring lalu minum
220
Musi Arab
rematik, cacing
daun
cuci,rebus,saring lalu minum
221
Kandep
rematik, peluruh air seni
daun
cuci tambah kapur
222
Temu Kunci
memperbanyak asi
umbi/rimpang
cuci,potong kecil,rebus,beri garam,saring lalu minum
223
Kecubung
sesak napas, nyeri haid
bunga
dikeringkan,dihisap seperti rokok
224
Nyamplung
rematik, urus-urus
biji
diseduh dengan air matang, saring, minum
225
Kenanga
nyeri haid
bunga
diseduh
226
Kembang Bugang
demam,mencret, wasir
daun
cucu,rebus,saring, minum
227
Temu Ireng
peluruh dahak, cacing, penyembuha rasa luka
rimpang
cuci,potong-potong,rebus,saring, minum
228
Temu lawak
penyegar badan, kejang
rimpang
diperas,saring,tambah madu, minum
229
Pakis Haji
disentri
getah batang
tambah madu dan air matang, minum
230
Rumput Bolon
peluruh air seni
daun
cuci,rebus,saring lalu minum
231
Adas
batuk, perut kembung
buah
diseduh,saring,tambah madu,minum
232
Mundu
luka, gondok, sariawan
biji
dibakar hangus,tumbuk halus,tabur pada luka
233
Racunan
luka baru
getah
dioleskan

Sabtu, 21 April 2012

Sultan Hamengku Buwono V


Hamengkubuwono V (25 Januari 1820 – 1826 dan 1828 – 4 Juni 1855) bernama kecil Raden Mas Menol dan dinobatkan sebagai raja di kesultanan Yogyakarta dalam usia 3 tahun. Dalam memerintah beliau dibantu dewan perwalian yang antara lain beranggotakan Pangeran Diponegoro sampai tahun 1836. Dalam masa pemerintahannya sempat terjadi peristiwa penting yaitu Perang Jawa atau Perang Diponegoro yang berlangsung 1825 – 1830. Setelah perang selesai angkatan bersenjata Kesultanan Yogyakarta semakin diperkecil lagi sehingga jumlahnya menjadi sama dengan sekarang ini. Selain itu angkatan bersenjata juga mengalami demiliterisasi dimana jumlah serta macam senjata dan personil serta perlengkapan lain diatur oleh Gubernur Jenderal Belanda untuk mencegah terulangnya perlawanan kepada Belanda seperti waktu yang lalu.

Beliau mangkat pada tahun 1855 tanpa meninggalkan putra yang dapat menggantikannya dan tahta diserahkan pada adiknya.

Sultan Hamengku Buwono IV


Hamengkubuwono IV (3 April 1804 – 6 Desember 1822) sewaktu kecil bernama BRM Ibnu Jarot, diangkat sebagai raja pada usia 10 tahun, karenanya dalam memerintah didampingi wali yaitu Paku Alam I hingga tahun 1820. Pada masa pemerintahannya diberlakukan sistem sewa tanah untuk swasta tetapi justru merugikan rakyat. Pada tahun 1822 beliau wafat pada saat bertamasya sehingga diberi gelar Sultan Seda Ing Pesiyar (Sultan yang meninggal pada saat berpesiar).

Sultan Hamengku Buwono III


Hamengkubuwana III (1769 – 3 November 1814) adalah putra dari Hamengkubuwana II (Sultan Sepuh). Hamengkubuwana III memegang kekuasaan pada tahun 1810. Setahun kemudian ketika Pemerintah Belanda digantikan Pemerintah Inggris di bawah pimpinan Letnan Gubernur Raffles, Sultan Hamengkubuwana III turun tahta dan kerajaan dipimpin oleh Sultan Sepuh (Hamengkubuwana II) kembali selama satu tahun (1812). Pada masa kepemimpinan Sultan Hamengkubuwana III keraton Yogyakarta mengalami kemunduran yang besar-besaran. 

Kemunduran-kemunduran tersebut antara lain :
1. Kerajaan Ngayogyakarta diharuskan melepaskan daerah Kedu, separuh Pacitan, Japan, Jipang dan Grobogan kepada Inggris dan diganti kerugian sebesar 100.000 real setahunnya.
2. Angkatan perang kerajaan diperkecil dan hanya beberapa tentara keamanan keraton.
3. Sebagian daerah kekuasaan keraton diserahkan kepada Pangeran Notokusumo yang berjasa kepada Raffles dan diangkat menjadi Pangeran Adipati Ario Paku Alam I.

Pada tahun 1814 Hamengkubuwana III mangkat dalam usia 43 tahun.

Sabtu, 07 April 2012

Sultan Hamengku Buwono II


Hamengkubuwono II (7 Maret 1750 – 2 Januari 1828) atau terkenal pula dengan nama lainnya Sultan Sepuh. Dikenal sebagai penentang kekuasaan Belanda, antara lain menentang gubernur jendral Daendels dan Raffles, sultan menentang aturan protokoler baru ciptaan Daendels mengenai alat kebesaran Residen Belanda, pada saat menghadap sultan misalnya hanya menggunakan payung dan tak perlu membuka topi, perselisihan antara Hamengkubuwana II dengan susuhunan surakarta tentang batas daerah kekuasaan juga mengakibatkan Daendels memaksa Hamengkubuwono II turun takhta pada tahun 1810 dan untuk selanjutnya bertahta secara terputus-putus hingga tahun 1828 yaitu akhir 1811 ketika Inggris menginjakkan kaki di jawa (Indonesia) sampai pertengahan 1812 ketika tentara Inggris menyerbu keraton Yogyakarta dan 1826 untuk meredam perlawanan Diponegoro sampai 1828. Hamengkubuwono III, Hamengkubuwono IV dan Hamengkubuwono V sempat bertahta saat masa hidupnyaSri Sultan Hamengku Buwono II.
Saat menjadi putra mahkota beliau mengusulkan untuk dibangun benteng kraton untuk menahan seragan tentara inggris. Tahun 1812 Raffles menyerbu Yogyakarta dan menangkap Sultan Sepuh yang kemudian diasingkan di Pulau Pinang kemudian dipindah ke Ambon.

Sultan Hamengku Buwono I


Sultan Hamengku Buwono I (6 Agustus 1717 – 24 Maret 1792) terlahir dengan nama Raden Mas Sujana yang merupakan adik Susuhunan Mataram II Surakarta. Sultan Hamengkubuwana I dalam sejarah terkenal sebagai Pangeran Mangkubumi pada waktu sebelum naik tahta kerajaan Ngayogyakarta, beliau adalah putra Sunan Prabu dan saudara muda Susuhunan Pakubuwana II. Karena berselisih dengan Pakubuwana II, masalah suksesi, ia mulai menentang Pakubuwana II (1747) yang mendapat dukungan Vereenigde Oost Indische Compagnie atau lebih terkenal sebagai Kompeni Belanda (perang Perebutan Mahkota III di Mataram).


Dalam pertempurannya melawan kakaknya, Pangeran Mangkubumi dengan bantuan panglimanya Raden Mas Said, terbukti sebagai ahli siasat perang yang ulung, seperti ternyata dalam pertempuran-pertempuran di Grobogan, Demak dan pada puncak kemenangannya dalam pertempuran di tepi Sungai Bagawanta. Disana Panglima Belanda De Clerck bersama pasukannya dihancurkan (1751). peristiwa lain yang penting menyebabkan Pangeran Mangkubumi tidak suka berkompromi dengan Kompeni Belanda. Pada tahun 1749 Susuhunan Pakubuwana II sebelum mangkat menyerahkan kerajaan Mataram kepada Kompeni Belanda; Putra Mahkota dinobatkan oleh Kompeni Belanda menjadi Susuhunan Pakubuwana III. Kemudian hari Raden Mas Said bercekcok dengan Pangeran Mangkubumi dan akhirnya diberi kekuasaan tanah dan mendapat gelar pangeran Mangkunegara.
Pangeran Mangkubumi tidak mengakui penyerahan Mataram kepada Kompeni Belanda. Setelah pihak Belanda beberapa kali gagal mengajak Pangeran Mangkubumi berunding menghentikan perang dikirimkan seorang Arab dari Batavia yang mengaku ulama yang datang dari Tanah Suci. Berkat pembujuk ini akhirnya diadakan perjanjian di Giyanti (sebelah timur kota Surakarta) antara Pangeran Mangkubumi dan Kompeni Belanda serta Susuhunan Pakubuwana III (1755). Menurut Perjanjian Giyanti itu kerajaan Mataram dipecah menjadi dua, ialah kerajaan Surakarta yang tetap dipimpin oleh Susuhunan Pakubuwana III dan kerajaan Ngayogyakarta dibawah Pangeran Mangkubumi diakui sebagai Sultan Hamengkubuwana I yang bergelar Senopati Ing Ngalaga Sayidin Panatagama Khalifatullah dengan karatonnya di Yogyakarta. Atas kehendak Sultan Hamengkubuwana I kota Ngayogyakarta (Jogja menurut ucapan sekarang) dijadikan ibukota kerajaan. Kecuali mendirikan istana baru, Hamengkubuwana I yang berdarah seni mendirikan bangunan tempat bercengrama Taman Sari yang terletak di sebelah barat istananya. Kisah pembagian kerajaan Mataram II ini dan peperangan antara pangeran-pangerannya merebut kekuasaan digubah oleh Yasadipura menjadi karya sastra yang disebut Babad Giyanti. Sultan Hamengkubuwana I dikenal oleh rakyatnya sebagai panglima, negarawan dan pemimpin rakyat yang cakap. Beliau meninggal pada tahun 1792 Masehi dalam usia tinggi dan dimakamkan Astana Kasuwargan di Imogiri. Putra Mahkota menggantikannya dengan gelar Sultan Hamengkubuwono II. Hamengkubuwana I dianugerahi gelar pahlawan nasional Indonesia pada peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2006.


Sejarah awal Keraton  Yogyakarta


Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan sedikit dari peninggalan sejarah kerajaan-kerajaan di Nusantara yang masih hidup hingga kini, dan masih mempunyai pengaruh luas di kalangan rakyatnya.
Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat didirikan oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1755. Pemerintah Hindia Belanda mengakui Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai kerajaan dengan hak mengatur rumah tangga sendiri. Semua itu dinyatakan di dalam kontrak politik. Kontrak politik terakhir Kasultanan tercantum dalam Staatsblad 1941, No. 47.

Daftar Blog Saya

  • Jauh, jauh, jauh - Aku masih ingat saat kamu harus pulang ke tempatmu, dengan menahan tetesan air mata aku melepasmu. Namun semua berubah saat aku berada dalam ka...
    11 tahun yang lalu